GAMBARAN TINGKAT KETERAMPILAN BALUT BIDAI SEBAGAI PERTOLONGAN PERTAMA PADA CEDERA EKSTREMITAS PALANG MERAH REMAJA DI SMP N 1 BOYOLALI
Abstract
Cedera ekstremitas merupakan salah satu kondisi darurat yang umum terjadi pada anak usia sekolah, terutama saat aktivitas fisik karena sifat anak suka bermain yang melibatkan banyak gerakan. Presentase fraktur di Boyolali sendiri sebanyak 13,3%. Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah berperan penting dalam memberikan pertolongan pertama, salah satunya melalui teknik balut bidai. Tujuan: mengidentifikasi tingkat keterampilan balut bidai anggota PMR SMP N 1 Boyolali sebagai pertolongan pertama pada cedera ekstremitas, serta mengetahui karakteristik demografi responden Metode: Desain deskriptif kuantitatif pendekatan crosssectional dengan sampel sebanyak 60 anggota PMR SMP N 1 Boyolali. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keterampilan balut bidai dan dianalisis secara univariat. Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan (88,3%) dan berusia 14 tahun (48,3%), dengan sebagian besar dari kelas VII (65%). Gambaran keterampilan balut bidai menunjukkan 15% terampil, 78% cukup terampil, dan 6,7% kurang terampil. Kesimpulan: Sebagian besar anggota PMR SMP N 1 Boyolali memiliki keterampilan balut bidai dalam kategori ''Cukup Terampil'', menunjukkan responden memiliki kemampuan keterampilan dalam balut bidai sederhana namun memerlukan peningkatan berkelanjutan untuk kesiapan darurat.