https://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/issue/feedIndonesian Journal of Public Health 2025-03-11T03:53:04+00:00Open Journal Systemshttps://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/652 PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP PENGETAHUAN KEBERSIHAN GIGI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DI PANTI ASUHAN NAHDIYAT KOTA MAKASSAR 2025-01-03T17:46:50+00:00Nur Setiawatinur.setiawati@umi.ac.iAlva Aziqra Pratiwipratiwi@gmail.comNur Syafitrinursyafitri@gmail.comHerawati Nursaidherawati@gmail.comKanita Faradisafaridisa@gmail.com<p>Perilaku sehat sangat penting untuk menjaga kesejahteraan fisik. Perilaku dibentuk oleh sikap dan pengetahuan. Kesehatan seseorang secara signifikan dipengaruhi oleh bagaimana mereka menggunakan layanan kesehatan. Kesehatan gigi dan mulut seseorang dipengaruhi usia, pekerjaan, tingkat pendidikan, pemeriksaan gigi, dan cara mereka membersihkan gigi. Metode: Penelitian ini, dilakukan di Panti Asuhan Nahdiyat. 20 orang menjadi sampel, yang terdiri dari anak-anak muda yang dapat membaca dan menulis dan berusia rata-rata 12 tahun atau lebih dan dari Panti Asuhan Nahdiyat. Hasil: Hasil uji T berpasangan menunjukkan bahwa anak-anak di Panti Asuhan Nahdiyat memiliki pengetahuan kebersihan gigi dan mulut yang berbeda secara signifikan sebelum dan sesudah menerima konseling. Nilai p ialah 0,003 < 0,05 (nilai p < 0,05).</p>2025-01-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 IJOH: Indonesian Journal of Public Healthhttps://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/706GAMBARAN SELF EFFICACY PADA PENDAKI DALAM MENGHADAPI BENCANA ERUPSI DI GUNUNG SINDORO2025-03-09T07:41:54+00:00Halim Betta Sugirihalimbetta1@gmail.comSiti Fatmawatisitifatmawati@gmail.com<p>Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap berbagai jenis bencana geologi, salah satunya letusan gunung berapi, Indonesia memiliki 129 gunung berapi, dan 80 di antaranya dianggap berbahaya. Bencana letusan tersebut juga dapat menyebabkan bencana lain, seperti gempa vulkanik, tsunami, perubahan cuaca dan iklim yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi aerosol di atmosfer bumi, dan dapat berdampak pada kesehatan mental, termasuk faktor psikologis, baik pada individu yang terpapar langsung maupun tidak langsung. Tujuan: Untuk mengetahui self efficacy pada pendaki dalam menghadapi bencana erupsi di gunung Sindoro. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode descriptive survey, sampel sebanyak 100 responden dengan metode pengambilan sambel adalah accidental sampling. Hasil: Hasil dari penelitian ini yaitu sebanyak 13 responden (13,0%) memiliki self efficacy rendah, sebanyak 58 responden (58,0%) memiliki self efficacy sedang, sedangkang 29 responden memiliki self efficacy tinggi. Kesimpulan: Gambaran self efficacy pada pendaki dalam menghadapi bencana erupsi di Gunung Sindoro mayoritas sedang.</p>2025-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 IJOH: Indonesian Journal of Public Healthhttps://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/705GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN DIARE PASCA BANJIR DI DESA KENTINGAN JEBRES SURAKARTA 2025-03-08T15:33:56+00:00Ariani Nur Rizki Wulandariariani.students@aiska-university.ac.idHermawati Hermawatihermawati78@gmail.com<p>Banjir termasuk sebagai luapan air dalam jumlah besar melebihi batas normalnya sehingga menenggelamkan daratan setelah terjadi bencana geofisika seperti hujan deras. Banjir mewakili 40% dari total bencana alam di seluruh dunia. Dampak lanjutan banjir salah satunya muncul dan meningkatnya penyakit menular, bahkan sampai menimbulkan wabah penyakit. Banjir dapat menjadi masalah, dikarenakan banjir mampu mempengaruhi sektor kehidupan masyarakat, khususnya kesehatan. Akibatnya banyak penyakit yang muncul pasca banjir yaitu diare, demam berdarah, leptospirosis, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pencegahan diare pasca banjir di Desa Kentingan Jebres Surakarta. Metode: Deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan populasi 245 dan sampel 72 responden, di ukur dengan kuesioner Hasil: Penelitian ini dilakukan dengan jumlah sample sebanyak 72 responden, pengetahuan masyarakat dengan kategori baik 54 responden, kurang 1 responden, dan cukup 17 responden. Sikap masyarakat dengan kategori baik 66 responden dan cukup 6 responden. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan sikap di desa kentingan jebres surakarta mayoritas sudah baik baik.</p>2025-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 IJOH: Indonesian Journal of Public Healthhttps://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/700 ANALISIS HUBUNGAN STATUS SOSIOEKONOMI DENGAN INSIDENSI TUBERKULOSIS DI KOTA MAKASSAR TAHUN 20242025-03-03T03:26:41+00:00Chintia Resmitiachintiaresmita@gmail.comArlin Adamadam43@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status sosioekonomi dengan insidensi tuberkulosis (TB) di Kota Makassar. Status sosioekonomi, yang mencakup pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan, diduga menjadi faktor penting dalam meningkatkan risiko insidensi TB. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional. Data diperoleh melalui survei lapangan, kuesioner, dan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Makassar serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar. Hasil analisis menunjukkan bahwa status sosioekonomi rendah secara signifikan meningkatkan risiko terpapar TB. Pendidikan rendah meningkatkan risiko TB hingga 2,5 kali lipat, sementara pekerjaan informal dan pendapatan rendah juga memberikan kontribusi signifikan terhadap insidensi TB. Penelitian ini merekomendasikan intervensi berbasis sosial, peningkatan akses layanan kesehatan, dan edukasi masyarakat untuk menekan insidensi TB. Temuan ini menjadi dasar penting bagi pengambilan kebijakan kesehatan masyarakat di Kota Makassar dan wilayah lain dengan kondisi serupa.</p>2025-03-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 IJOH: Indonesian Journal of Public Healthhttps://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/699 PEMETAAN LOKUS MALARIA MELALUI PENDEKATAN ENTOMOLOGI DALAM RANGKA ELIMINASI MALARIA DI KABUPATEN SUMBA TENGAH 2025-03-01T15:18:20+00:00Johanis J. Pitreyadi Sadukhjohankesling@gmail.comWanti Wantitrivena78@yahoo.comEty Rahmawatiety.rahmawati@gmail.comAlbert Ata Maranvanchuekh@gmail.comFerry W. F. Waangsirferrykpg@gmail.comJoy V. I. Sambuagajoysambuaga@gmail.com<p>Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium, yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. Malaria ditemukan hampir di seluruh bagian dunia, terutama di negara-negara yang beriklim tropis dan subtropis. Kabupaten Sumba Tengah pada tahun 2021 dilaporkan merupakan satu-satunya Kabupaten di Pulau Sumba yang telah mencapai endemis rendah dengan Annual Parasite Incidence (API) 0,53‰. Puskesmas Malinjak merupakan puskesmas penyumbang API terbesar yaitu 0,58 ‰. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan daerah dimana lokus kejadian malaria dan menggambarkan populasi yang berisiko dalam bentuk Pemetaan distribusi kasus dan pemetaan habitat larva Anopheles sp. Jenis penelitian deskritif dimana dapat mendeskripsikan daerah reseptif, daerah fokus dan sebaran kasus dalam bentuk peta dengan metode Observasional study. Hasil penelitian menunjukan pada wilayah kerja Puskesmas Malinjak ditemukan enam Desa kategori reseptif dan tiga Desa kategori non reseptif, terdapat satu Desa dengan kategori fokus aktif yaitu Desa Konda Maloba dan dua Desa kategori fokus non aktif yaitu Desa Malinjak dan Desa Tana Modu. Jenis habitat ditemukan berupa muara, rawa-rawa, sawah, genangan, bekas tapak ternak dan kubangan kerbau. Distribusi sebaran kasus malaria lokal di wilayah kerja Puskesmas Malinjak terdapat di Desa Konda Maloba dan Desa Malinjak dengan Jumlah kasus malaria vivax sebanyak 23 kasus (67,65 %) dan kasus malaria falciparum sebanyak 11 kasus (32,35 %). Terdapanya penularan malaria di Desa Konda Maloba, Desa Malinjak dan Desa Tana Modu dikarenakan masih banyak habitat potensial yang terdapat di sekitar pemukiman penduduk. Disarankan untuk pengendalian vektor secara terpadu dan penyelidikan epidemiologi malaria di fokuskan pada Desa Konda Maloba, Desa Malinjak dan Desa Tana Modu.</p>2025-03-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 IJOH: Indonesian Journal of Public Healthhttps://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/681 THE EFFECT OF ETHANOLIC EXTRACT OF MISWAK STEMS (SALVADORA PERSICA ) ON THE HEALING OF POST-EXTRACTION SOCKETS IN WISTAR RATS (RATTUS NORVEGICUS)2025-02-11T00:29:48+00:00Ardian Jayakusuma Amranardian7643@gmail.comChusnul Chotimahchotimah@gmial.comNurasisa Lestarilestari@gmail.comMuhammad Fajrin Wijayawijaya@gmail.comAstrid Wardhani astrid@gmail.com<p>The high prevalence of post-extraction complications, such as delayed wound healing and suboptimal bone regeneration, underscores the importance of effective therapeutic interventions. This study evaluated the efficacy of ethanolic extract of Miswak stems (<em>Salvadora persica </em>) in accelerating post-extraction socket healing in Wistar rats. The study involved two groups: the intervention group treated with 50% <em>S. persica</em> extract and the control group treated with distilled water. Each group consisted of 16 samples, with clinical and histopathological evaluations conducted on the fifth-day post-extraction. The methodology included topical application of <em>S. persica</em> extract on extraction sockets under controlled laboratory conditions, followed by clinical assessments using the Inflammatory-Proliferative-Remodeling (IPR) scoring system and histopathological analysis of osteoblast density. Results showed significantly improved clinical healing scores (mean IPR: 7 vs. 6 in the control group) and higher osteoblast density in the intervention group, indicating accelerated bone remodeling and tissue repair. Statistical analysis (Mann-Whitney and paired sample t-test) confirmed the effectiveness of the extract (p < 0.05). These findings suggest that <em>S. persica</em> extract effectively enhances oral wound healing and bone regeneration, likely due to its bioactive compounds with anti-inflammatory and osteogenic properties. Further studies are required to evaluate its safety and long-term efficacy for clinical applications.</p> <p> </p>2025-02-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 IJOH: Indonesian Journal of Public Healthhttps://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/672PENGARUH PERAWATAN METODE KANGGURU (PMK) TERHADAP SUHU TUBUH BAYI BARU LAHIR DI RUANGAN PERINATOLOGI RSUD MANDAU KABUPATEN BENGKALIS2025-01-28T04:18:13+00:00Laura Andhikalauraandhika1987@gmail.comFajar Sari Tanberikafajarsari65@gmail.comKomaria Susantisusanti54@gmail.comLisviarose Lisviaroselisviarose@gmail.com<p>Adaptasi bayi baru lahir merupakan masa transisi dari kehidupan di dalam rahim dan di luar rahim beradaptasi dengan lingkungan barunya. Oleh karena itu ada perlu dipantau suhu tubuh bayi dan lingkungan. Jika suhu tubuh tidak dikontrol dengan baik dapat menyebabkan hipotermi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Perawatan Metode Kangguru (PMK) Terhadap Suhu Tubuh pada Bayi Baru Lahir (BBL). Metode yang digunakan yaitu exsperimental dengan rancangan pretest posttest designs. Hasil penelitian menunjukkan Analisis data menggunakan uji wilcoxon rank test, didapatkan nilai p-value 0,025. Pembahasan : Bayi baru lahir sangat rentan untuk terjadinya hipotermi, jika dibiarkan akan memiliki dampak yang sangat parah pada BBL. Bayi dengan cedera dingin dan hipotermi akan menghadapi risiko yang lebih tinggi terkena infeksi, penguningan (jaundice) serta pulmonaria haemorrhage (perdarahan paru- paru). BBL dengan hipotermi akan lebih besar kemungkinan meninggal dibandingkan dengan BBL yang tidak mengalami hipotermia. Terdapat pengaruh perawatan metode kangguru (PMK) terhadap suhu tubuh bayi pada Bayi Baru Lahir (BBL).</p>2025-03-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 IJOH: Indonesian Journal of Public Healthhttps://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/664PERBEDAAN USIA DENTAL ANTARA METODE DEMIRJIAN DAN CAMERIERE MENGGUNAKAN RADIOGRAPHY PANORAMIK2025-01-19T06:05:00+00:00Mohammad Dharma Utamaamma.amma5777@gmail.com Nurfadhilla Arifinarifin@gmail.comYusrini Selvianiselviani@gmail.comArdian Jaya Kusumakusuma45@gmail.comAlmanugrah Pratami Alipratamiali@gmail.com<p>Usia dental merupakan penanda yang baik untuk mengevaluasi usia biologis anak yang lagi bekembang sebab kurang dipengaruhi status gizi serta endokrin dibanding dengan tata cara usia biologis lainnya, serta mengalami alterasi yang lebih sedikit dalam kaitannya dengan usia biologis. Metode Demirjian merupakan salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam estimasi usia dental. Metode ini berfokus pada perkembangan 7 gigi permanen di bagian bawah rahang kiri melalui gambar radiografi panoramik. Dengan memanfaatkan Metode Demirjian, estimasi usia kronologis anak-anak antara 3 hingga 16 tahun dapat dihitung. Metode ini telah diuji oleh Cameriere dan peneliti lain dengan sampel yang berbeda menghasilkan estimasi usia yang baik dan lebih akurat dibandingkan dengan metode yang diusulkan oleh Demirjian. Metode Cameriere adalah metode estimasi usia yang menggunakan bagian apikal gigi dengan cara mengukur apikal yang terbuka untuk estimasi usia. Tujuan penelitian: Untuk menambah pengetahuan mengenai perbedaan usia dental antara metode Demirjian dan Cameriere menggunakan Radiografi Panoramik. Bahan dan Metode: Desain Penelitian yang digunakan dalam Penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan desain Cross Sectional. Uji -tes, baik t-tes berpasangan (Paired sampel t-test). Hasil: Hasil uji perbandingan menggunakan uji Mann-Whiteney menunjukkan nilai p-value sebesar 0.000 yang lebih kecil daripada 0.05 (p-value < 0.05), ini menunjukkan bahwa terdapat signifikan perbedaan usia dental pada kelompok Demirjian dan Cameriere Kesimpulan: Pada hasil penelitian ini menunjukkan terdapat signifikan perbedaan usia dental pada kelompok Demirjian dan Camerier meskipun hasil usia yang diperkirakan oleh metode Cameriere cenderung lebih rendah dibandingkan metode Demirjian.</p>2025-01-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 IJOH: Indonesian Journal of Public Healthhttps://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/661 GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN PETANI MENGHADAPI BENCANA GUNUNG MELETUS DI DESA JRAKAH SELO BOYOLALI2025-01-11T13:56:55+00:00Ngesti Puspita Sulistyaningrumngesti0807@gmail.comAnjar Nurrohmahanjarnur@gmail.com<p>Indonesia merupakan negara kepulauan yang masuk dalam kawasan cincin api (ring of fire) yang mana memiliki potensi terjadinya bencana sangat tinggi. Keadaan ini menjadikan wilayah Indonesia memiliki potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat mengancam harta benda, nyawa, dan keselamatan. Gunung Merapi terakhir erupsi pada tanggal 20 Juni 2020. Sebagai gunung paling aktif dan mematikan memiliki resiko yang tinggi mengingat banyak penduduk yang masih tetap tinggal di sana. Sampai saat ini tingkat pengetahuan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana letusan gunung masih kurang. Tujuan: Untuk medeskripsikan tingkat pengetahuan kesiapsiagaan petani menghadapi bencana gunung meletus di Desa Jrakah, Selo, Boyolali. Metode: metode penelitian deskriptif survey dengan pendekatan kuantitatif. Peneliti ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Gambaran tingkat pengetahuan kesiapsiagaan petani mengahadapi bencana gunung meletus paling banyak adalah cukup sebanyak 30 (44,1%) responden. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin paling banyak laki-laki yaitu 42(61,8%) responden, berdasarkan tingkat pengetahuan paling banyak yaitu SD sebanyak 31(45,6% responden. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan kesiapsiagaan petani mengahadapi bencana gunung meletus mempunyai kategori cukup.</p>2025-01-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 IJOH: Indonesian Journal of Public Healthhttps://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/657PERBANDINGAN PASTA GIGI CANGKANG TELUR DAN PASTA GIGI FLOURIDE TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN EMAIL PADA GIGI2025-01-09T05:35:26+00:00Nur Fadhillah Arifinxlveryz@gmail.comRisnayanti Anasanarisna@gmail.comM.Fajrin Wijayawijaya@gmail.comEva Novawatynovawaty@gmail.comAndi Mangkawani Nasjuadilandinasjudi@gmail.com<p>Demineralisasi merupakan pengurangan lapisan email gigi, akibat penetrasi ion asam yang menyebabkan mineral utama pada email gigi yaitu kalsium dan fosfat larut dalam permukaan gigi. Demineralisasi pada gigi dapat menyebabkan kekasaran permukaan enamel gigi. Pasta gigi merupakan sediaan semi padat yang digunakan untuk membersihkan dan menguatkan gigi, pada umumnya kandungan pasta gigi berbahan dasar fluoride namun seiring dengan perkembangan teknologi, hidroksiapatit menjadi bahan yang dinilai efektif untuk meremineralisasi email gigi. Hidroksiapatit dapat ditemukan di berbagai dari berbagai sumber biologis seperti mamalia, sumber air, sumber cangkang tumbuhan hingga mineral, salah satunya cangkang telur ayam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kekasaran email gigi jika diaplikasikan pasta gigi berbahan dasar hidroksiapatit cangkang telur dan pasta gigi fluoride. Metode penelitian ini digunakan uji T untuk membandingkan dua kelompok berbeda, dengan design penelitian pre post test, kemudian pasta gigi diaplikasikan selama 14 hari. Hasilnya menunjukan bahwa rerata kekerasan email gigi dari pasta gigi hidroksiapatit sebesar 1,980 dengan standar deviasi sebesar 0,866. Sedangkan, rerata kekerasan email gigi dari pasta gigi berfluoride sebesar 2,840 dengan standar deviasi sebesar 2,647. Hasil menguji perbandingan memperlihatkan angka p-value sebesar 0.397 yang lebih besar diperbandingkan dengan 0,05 (p-value > 0,05), Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara statistik kedua pasta gigi tidak memiliki perbedaan yang signifikan, namun pasta gigi hidroksiapatit memiliki nilai kekasaran yang lebih rendah dibandingkan pasta gigi fluoride.</p>2025-01-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 IJOH: Indonesian Journal of Public Healthhttps://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/708EFEKTIVITAS PEMBERIAN SARI KACANG HIJAU TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI RSUD BENGKALIS KABUPATEN BENGKALIS2025-03-11T03:53:04+00:00Ratih Mahendraratihbks35@gmail.comRifa Yantiyantirifa@gmail.comHirza Rahmitarahmita@gmail.comNurhidaya Fitriafitrianurhidyah@gmail.com<p>Nutrisi ibu selama menyusui sangat mempengaruhi produksi ASI, jika makanan yang ibu konsumsi tidak memenuhi asupan gizi yang cukup maka kelenjar payudara tidak akan bekerja dengan baik untuk menghasilkan produksi ASI yang baik, salah satu makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI adalah kacang hijau. Tujuan penelitian Untuk mengetahui efektivitas pemberian sari kacang hijau terhadap peningkatan peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui. Metode exsperimental dengan rancangan pretest posttest designs. Hasil penelitian menggunakan uji wilcoxon rank test, didapatkan nilai p-value 0,000. Kandungan gizi kacang hijau cukup tinggi dan komposisinya lengkap. Berdasarkan jumlahnya, prolaktin merupakan penyusun utama kedua setelah karbohidrat. Kacang hijau mengandung 20-25 % protein tinggi sangat diperlukan oleh ibu selama menyusui, terutama proteinnya mengandung asam amino sehingga mampu merangsang sekresi ASI. Kacang hijau juga mengandung senyawa aktif yaitu polifenol dan flavanoid yang berfungsi meningkatkan hormon prolaktin. Ketika hormon prolaktin meningkat maka sekresi susu akan maksimal sehingga kuantitas ASI akan meningkat dan kandungan gizi yang terdapat dalam sari kacang hijau akan meningkatkan kandungan gizi dalam ASI. Ada efektivitas pemberian sari kacang hijau terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu meyusui di RSUD Kabupaten Bengkalis. Diharapkan sari kacang hijau dapat dijadikan alternatif bahan alami untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.</p>2025-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 IJOH: Indonesian Journal of Public Health