PENERAPARAN BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KOTA TAMBOLAKA
Abstract
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap memasuki dunia industri. Proses pembelajaran di SMK didominasi oleh kegiatan praktik di bengkel dan laboratorium yang melibatkan penggunaan mesin, peralatan tajam, serta bahan kimia berbahaya sehingga memiliki tingkat risiko kecelakaan yang relatif tinggi. Oleh karena itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prasyarat penting dalam mendukung kesiapan kerja siswa. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji urgensi penerapan K3 dalam lingkungan pendidikan kejuruan serta implikasinya terhadap pembentukan budaya keselamatan. Kajian menunjukkan bahwa siswa SMK memiliki risiko cedera lebih tinggi dibandingkan siswa sekolah umum karena intensitas interaksi dengan peralatan industri. Edukasi K3 yang efektif, khususnya melalui pembelajaran berbasis laboratorium, terbukti meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Implementasi peraturan K3 di sekolah berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, mengurangi potensi kecelakaan kerja, serta membentuk budaya K3 yang berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi K3 dalam sistem pendidikan kejuruan merupakan langkah fundamental untuk menjamin keselamatan warga sekolah sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan.